Dengan sangat hati-hati kudekati sebuah selendang yang tergelatak di hadapanku,
tiba-tiba dari belakang seorang wanita menepuk pundakku sambil mengulur tangan
meminta selendang itu, tentu saja aku sangat kaget dan......KRINGGGG....Aku
terbangun dari tidurku yang menjengkelkan, huh untung itu hanya mimpi. Pagi itu
aku bergegas untuk ke sekolah seperti bisaa, saat keluar dari kamar untuk
mandi, ternyata ada yang aneh tidak bisaanya ibu bangun lama, dan hampir tak
ada suara pagi itu. Tak ada lagi suara piring yang diangkat ke meja makan, atau
suara tangis adikku yang menyebalkan.
Setelah berpakaian rapi aku pun siap ke sekolah.
Seperti bisaa juga aku menuggu bus di halte hanya saja keadaannya aneh lagi
semua orang yang ada disana hanya tunduk duduk membaca koran, bahkan kakek tua
yang sering membersihkan pinggir jalan pun ikut diam dan duduk membaca koran.
Karena penasaran aku hampiri koran yang ada dikursi halte ternyata hanya berita
tentang sebuah lukisan wanita terbaik karya da vinci ”Monalisa” aku sempat
berpikir padahal lukisan ini sudah lama tapi masih saja tetap yang terbaik,
saat kuperhatikan gambar lukisan itu, ternyata itu wanita yang sama dalam
mimpiku. Tak selang beberapa waktu sebuah bus berhenti dihadapanku, aku acuhkan
saja koran itu lalu bergegas naik ke bus tersebut takut terlembat ke sekolah. Sampai
di atas bus aku duduk dikursi paling belakang, dan lebih anehnya lagi semua
orang yang ada di atas adalah seorang wanita yang berpakaian sama dan memegang
sebuah selendang, aku sempat takut. Kucoba untuk berpikir tenang, mungkin itu
hanyalah ibu-ibu pengajian yang sedang mengadakan wisata.
Setelah
sampai di sekolah ternyata keadaannya juga aneh sangat hening, saat itu aku khawatir
mungkin aku terlambat, saat turun dari bus tersebut semua bangunan sekolah
hancur serta bangunan-bangunan disekitarnya telah rata dengan tanah sangat
berbeda dengan yang kulihat dikaca bus tadi. Dengan gemetar aku berbalik untuk
naik ke bus itu lagi, tapi bus tersebut tiba-tiba saja menghilang, terlihat
dari reruntuhan bangunan sekolah seorang wanita berdiri mencari sesuatu. Dengan
sisa keberanian kusapa wanita tersebut, ternyata dia mendengarku dan berbalik
tersenyum padaku tetapi yang anehnya lagi wanita itu sama dengan yang dimimpiku
dan yang dikoran tadi. Bulu romaku merinding, saat berbalik ingin meninggalkan
tempat itu terlihat sebuah selendang hitam tergeletak di atas bongkahan batu. Dengan
sangat hati-hati kudekati selendang tersebut, tiba-tiba dari belakang seorang
wanita menepuk pundakku sambil mengulur tangan meminta selendang itu, tentu
saja aku sangat kaget dan......KRINGGGG....dengan nafas terengah-engah aku
terbangun dari tidurku, ternyata itupun adalah sebuah mimpi. akhirnya aku terbangun dari mimpi menyeramkan
itu, tapi tetap saja aneh dari luar kamar pun masih tak ada suara piring yang
diangkat ibu ke meja makan, serta suara tangisan adik yang menyebalkan. Saat
kulihat jam ternyata sekarang masih tengah malam..... aku yang sangat ketakutan
mencoba menenangkan diri, berusaha untuk tidak menoleh keluar jendela. Setelah
itu aku berdoa dan kembali tidur yang membuatku bertanya adalah siapa yang
mengatur jamku berbunyi tengah malam begini, sedikit pun aku tak pernah
melakukan itu, dan sekarang makin aneh di dekat tempat aku tidur, sebuah
selendang tertata dengan rapi, karena kaget kulempar selendang itu kesudut
kamar, dan KRINGGG....... huh menyebalkan ternyata aku bermimpi lagi. Aku
mengacuhkan saja semua yang telah terjadi dan yang tak terjadi seperti hari bisaa.
Aku hanya berpikir sampai kapan mimpiku ini berakhir, atau aku adalah orang
yang hanya hidup di dalam mimpi,,..,., di dalam sesuatu yang tak terwujud.............

Hei! mana nama penulisnya??? hehehe. . . Seriuska!
BalasHapus