Kamis, 15 Maret 2012

Monalisa dan Mimpiku


       Dengan sangat hati-hati kudekati sebuah selendang yang tergelatak di hadapanku, tiba-tiba dari belakang seorang wanita menepuk pundakku sambil mengulur tangan meminta selendang itu, tentu saja aku sangat kaget dan......KRINGGGG....Aku terbangun dari tidurku yang menjengkelkan, huh untung itu hanya mimpi. Pagi itu aku bergegas untuk ke sekolah seperti bisaa, saat keluar dari kamar untuk mandi, ternyata ada yang aneh tidak bisaanya ibu bangun lama, dan hampir tak ada suara pagi itu. Tak ada lagi suara piring yang diangkat ke meja makan, atau suara tangis adikku yang menyebalkan.

            Setelah berpakaian rapi aku pun siap ke sekolah. Seperti bisaa juga aku menuggu bus di halte hanya saja keadaannya aneh lagi semua orang yang ada disana hanya tunduk duduk membaca koran, bahkan kakek tua yang sering membersihkan pinggir jalan pun ikut diam dan duduk membaca koran. Karena penasaran aku hampiri koran yang ada dikursi halte ternyata hanya berita tentang sebuah lukisan wanita terbaik karya da vinci ”Monalisa” aku sempat berpikir padahal lukisan ini sudah lama tapi masih saja tetap yang terbaik, saat kuperhatikan gambar lukisan itu, ternyata itu wanita yang sama dalam mimpiku. Tak selang beberapa waktu sebuah bus berhenti dihadapanku, aku acuhkan saja koran itu lalu bergegas naik ke bus tersebut takut terlembat ke sekolah. Sampai di atas bus aku duduk dikursi paling belakang, dan lebih anehnya lagi semua orang yang ada di atas adalah seorang wanita yang berpakaian sama dan memegang sebuah selendang, aku sempat takut. Kucoba untuk berpikir tenang, mungkin itu hanyalah ibu-ibu pengajian yang sedang mengadakan wisata.

            Setelah sampai di sekolah ternyata keadaannya juga aneh sangat hening, saat itu aku khawatir mungkin aku terlambat, saat turun dari bus tersebut semua bangunan sekolah hancur serta bangunan-bangunan disekitarnya telah rata dengan tanah sangat berbeda dengan yang kulihat dikaca bus tadi. Dengan gemetar aku berbalik untuk naik ke bus itu lagi, tapi bus tersebut tiba-tiba saja menghilang, terlihat dari reruntuhan bangunan sekolah seorang wanita berdiri mencari sesuatu. Dengan sisa keberanian kusapa wanita tersebut, ternyata dia mendengarku dan berbalik tersenyum padaku tetapi yang anehnya lagi wanita itu sama dengan yang dimimpiku dan yang dikoran tadi. Bulu romaku merinding, saat berbalik ingin meninggalkan tempat itu terlihat sebuah selendang hitam tergeletak di atas bongkahan batu. Dengan sangat hati-hati kudekati selendang tersebut, tiba-tiba dari belakang seorang wanita menepuk pundakku sambil mengulur tangan meminta selendang itu, tentu saja aku sangat kaget dan......KRINGGGG....dengan nafas terengah-engah aku terbangun dari tidurku, ternyata itupun adalah sebuah mimpi.  akhirnya aku terbangun dari mimpi menyeramkan itu, tapi tetap saja aneh dari luar kamar pun masih tak ada suara piring yang diangkat ibu ke meja makan, serta suara tangisan adik yang menyebalkan. Saat kulihat jam ternyata sekarang masih tengah malam..... aku yang sangat ketakutan mencoba menenangkan diri, berusaha untuk tidak menoleh keluar jendela. Setelah itu aku berdoa dan kembali tidur yang membuatku bertanya adalah siapa yang mengatur jamku berbunyi tengah malam begini, sedikit pun aku tak pernah melakukan itu, dan sekarang makin aneh di dekat tempat aku tidur, sebuah selendang tertata dengan rapi, karena kaget kulempar selendang itu kesudut kamar, dan KRINGGG....... huh menyebalkan ternyata aku bermimpi lagi. Aku mengacuhkan saja semua yang telah terjadi dan yang tak terjadi seperti hari bisaa. Aku hanya berpikir sampai kapan mimpiku ini berakhir, atau aku adalah orang yang hanya hidup di dalam mimpi,,..,., di dalam sesuatu yang tak terwujud............. 





1 komentar: